Neutral Grounding Resistant

Neutral Grounding ResistantNeutral Grounding Resistant


Salah satu metoda pentanahan Trafo Tenaga adalah dengan menggunakan NGR. NGR adalah sebuah tahanan yang dipasang serial dengan neutral sekunder pada transformator sebelum terhubung ke ground/tanah. Tujuan dipasangnya NGR adalah untuk mengontrol besarnya arus gangguan yang mengalir dari sisi neutral ke tanah. Hal ini terkait dengan Pola pengamanan Trafo Tenaga disisi Sekunder (Sistem Distribusi). Untuk Lebih Jelasnya Mengenai Nilai Resistansi NGR yang diperlukan Lihat Pada Penjelasan Pola Pengamanan Sistem Distribusi.


Ada dua jenis NGR, Liquid dan Solid

1. Liquid
berarti resistornya menggunakan larutan air murni yang ditampung didalam bejana dan ditambahkan garam (NaCl) untuk mendapatkan nilai resistansi yang diinginkan

2. Solid
Sedangkan NGR jenis padat terbuat dari Stainless Steel, FeCrAl, Cast Iron, Copper Nickel atau Nichrome yang diatur sesuai nilai tahanannya.


Tahanan NGR

Neutral grounding resistor berfungsi sebagai pembatas arus dalam saluran netral trafo. Agar NGR dapat berfungsi sesuai desainnya perlu dipastikan bahwa nilai tahanan dari NGR tersebut sesuai dengan spesifikasinya dan tidak mengalami kerusakan.

Untuk mengukur nilai tahanan NGR bisa dilakukan dengan menggunakan voltage slide regulator, voltmeter dan amperemeter. Pada prinsipnya NGR akan diberikan beda tegangan pada kedua kutubnya dan dengan memanfaatkan pengukuran arus yang mengalir pada NGR dapat diketahui nilai tahanannya.


Refferensi :

Buku Petunjuk Batasan Operasi dan Pemeliharaan Peralatan Penyaluran Tenaga Listrik. Transformator Tenaga. SK114 No 1-22/HARLUR-PST/2009. Perusahaan Listrik Negara. Indonesia

Anda mungkin juga ingin ...

Tanggapan5

  1. ajid mengatakan:

    assalamu’alaikum, selamat malam
    Maaf mengganggu mas, saya mahasiswa teknik elektro semester akhir. Saya sedang mengerjakan tugas akhir tentang pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap arus netral pada trafo distribusi, saya membaca artikel ini mas

    https://electricdot.wordpress.com/2012/10/15/pengaruh-ketidakseimbangan-pembebanan-pada-trafo-distribusi/

    nah, saya masih bingung tentang arus ground pada trafo distribusi.. saya mendapati nilai;
    Inetral = 44 A , Rnetral= 0,55 ohm , Iground = 20,5 A, Rground = 4,3 ohm

    berarti Pnetralnya = (44)^2 x 0,55 = 1,065 kw Pground = (20,5)^2 x4,3 = 1,8071 kw

    nah yang jadi pertanyaan saya
    1. apakah disini berlaku hukum kirchof current law, arus masuk sama dengan arus keluar ?, gambarnya seperti saya buat dibawah ini

    ———-arus netral trafo——> | ———->—— arus netral mengalir kerumah pelanggan
    |
    |
    |
    v
    Ig

    2. Nah kalau dilihat dari besarnya nilai diatas I netral = 44 A , dan I ground = 20,5 A , berarti arus netral yang mengalir
    kerumah = 44 – 20,5 = 19,5 A , benarkah ?
    3. Kenapa rugi saluran Pground dibanding Pnetral lebih besar Pground ?

    terimakasih mas, semoga dibalas pertanyaan saya ini

    • Foto Profil dari Mas Bejo Mas Bejo mengatakan:

      waálaikumsalam wr.wb,, Selamat Pagi Mas Ajid…
      Terima Kasih sudah mau bertanya disini…,,gak usah bingung mas sante aja..:D

      kalo saya lihat mas ajid bingung karena gambar mas ajid sendiri…saya kutip

      (“Ig atau Iground itu arahnya ke atas bukan ke bawah spt yg digambar mas ajid”)

      nah, saya masih bingung tentang arus ground pada trafo distribusi.. saya mendapati nilai;
      Inetral = 44 A , Rnetral= 0,55 ohm , Iground = 20,5 A, Rground = 4,3 ohm

      Jika Trafonya disisi TR yang ke beban (perumahan) (220/380V) titik netralnya ditanahkan
      Inetral yang dimaksud mas ajid>> itu adalah I total yang melalui titik bintang trafo,, (Inetral = 44 A) knp bisa bgtu??kalau mas ajid ngukurnya pakai tang ampere atau alat ukur, bukan melalui perhitungan maka saya pastikan itu INetral total artinya didalamnya sudah termasuk Ignd ( I ground = 20,5 A )

      Jawaban No.1
      Betul Hukum Kirchof Current Law berlaku tapi gambarmu salah mas,,
      Gambaranya yang benar spt ini (berurutan loop tertutup)

      Misal I dari Phasa R Trafo——>>>Perumahan—–pengawatan Netral rumah ditanahkan lwt jaringan PLN—–>>I ground Trafo (I ground = 20,5 A) disini berubah jadi panas (I^R) ini bukan soal daya trafo hilang, tapi karena R tanah tinggi bertemu arus Netral yang juga tinggi akan berubah jadi panas, makanya R pentanahan harus bagus—>Inetral Total 44A (I N murni = 44 – 20,5 = 19,5 A)—-Kembali ke I dari Phasa R Trafo—>>Perumahan (Looping tertutup)

      Jwaban No.2
      Arus Netral yang benar mengalir dari rumah ke trafo (bukan mengalir dari trafo ke rumah) lihat Gambar Aliran jawaban No 1

      Jadi Arus Netral Total dari semua Perumahan 44A —-Masuk Ke titik bintang Trafo (didalamnya sudah termasuk I Ground)

      Jawaban No.3
      Kenapa rugi saluran Pground dibanding Pnetral lebih besar Pground ? Ini karena Pengaruh Tahanan Pentanahan Gede , standard tahanan pentanahan yang bagus <1 ohm
      Solusinya kalo pgen Pground (panas) kecil ya dikecilin R Gnd nya

      Saran buat Mas Ajid
      Pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap arus netral pada trafo distribusi

      ketidakseimbangan beban yang mengakibatkan rugi daya disisi konsumen itu karena pengaruh karakter beban konsumen (induktif,kapasitif,resistif) beban spt inilah yg mengakibatkan Sudut Tegangan dan arus jadi pincang sehingga muncul arus di titik netral trafo (dgn catatan bukan krn gangguan lho ya)…

      Contoh
      trafo 1000kVA 20kV to 380/220V ideal , dia mampu membangkitakan daya 1000kVA dengan tegangan 220V phs-gnd di semua phas RST kalau bebanya Resistif semua,,, karena bebanya ada bermacam2 (induktif,kapasitif,resistif), sudut idealnya bergeser (sudut antara V dan I ini disebut Cos Phi),,jadinya tegangan di phasa R bisa 200V 100A, Phs S 180V 120A, Phs T190V 110A, inilah yang mengakibatkan munculnya arus netral.. jangan salah memahami lho,,, si trafo masih tetap membangkitkan 1000kVA ideal–>bukan daya kVA nya hilang–> tapi karena karakter beban kapasitif dan induktif sudut antara VI masing2 phasa beda2…,, VI phasa RST kalo dijumlah hasilnya tetap 1000kVA,, yg turun adalah VI cos phi (Watt)….
      Semoga bermanfaat

      Jangan lupa Tanya Jawab di Forum Mas :D

      Report user
      • ajid mengatakan:

        terimakasih atas jawabannya mas, mau tanya lagi mas,
        1. apakah pln merugi karena arus netral..kalau ya karena apa ya ?
        2. apa guna beban diseimbangkan ? pengaruhnya thdp PLN apa dan pengaruh terhadap pelanggan apa ?
        3. misalkan beban tidak seimbang ir = 4 is = 7 it = 10 in = 3 ,
        misalkan jika beban seimbang ir = 7 is = 7 it = 7 in = 0
        jika kita lihat bahwa jumlah arus phasa antara beban seimbang dan tidak seimbang adalah sama yaitu 21
        bila r fasa = 0.5 dan r netral = 0.7 maka losses saluran
        plosses tidakseimbang = (Ir^2 + Is^2 + It^2)Rf + In^2 Rn
        = (4^2 + 7^2 + 10^2) 0.5 + 3^2 0.7
        = 82.5 + 6.3 = 88.8
        plosses seimbang = 3x Iphasa ^2 x Rf
        = 3 x 7^2 x 0.5 = 73.5
        selisih lossesnya 15.3,
        penekanan losses = Ploss selisih / p loss taksembang
        = 15,3 /88.8 = 17%
        nah bolehkah saya katakan bahwa 17% itu adalah penghematan PLN jika bebannya seimbang, karena mereka juga membeli daya per kwhnya untuk pembangkitan energi dari generator. (batu bara/solar)

        terimakasih mas, semoga dijawab

        • Foto Profil dari Mas Bejo Mas Bejo mengatakan:

          1. apakah pln merugi karena arus netral..kalau ya karena apa ya ? YA, Pada dasarnya beban tidak seimbang , memang akan berdampak pada munculnya nilai I pada titik netral, dan mempengaruhi nilai Cos Phi yang mengakibatkan kerugian, Tetapi Munculnya arus pada titik netral trafo “tidak berarti semua itu murni karena beban tdk seimbang”. Arus netral trafo muncul bisa jadi karena ada low discharge energy akibat penurunan sistem isolasi trafo, arcing, flash over internal, gangguan belitan atau gangguan luar dengan daya rendah.

          2. apa guna beban diseimbangkan ? pengaruhnya thdp PLN apa dan pengaruh terhadap pelanggan apa ?
          dengan beban seimbang tentu akan diperoleh tegangan sistem yang mendekati ideal kalo utk rumah tangga idealnya (220V), utk Industri bisa 20kV, 70kV, 150kV, untuk PLN kalo beban seimbang maka daya IN dan OUT yang dijual oleh PLN akan optimal, artinya tidak ada defisit energy disaat pendistribusian, untuk pelanggan bisa berdampak pada turunya nilai kapasitas yang diperoleh dan kualitas tegangan. utk perusahaan biasanya apabila tegangan melebihi/dibawah nilai kesepakatan akan berdampak pada denda yg dpt merugikan kedua belah pihak

          3.I^ R adalah rumus loses/rugi daya yang bersifat panas karena R(tahanan murni) , ditrafo loses karena R winding ini dikenal dengan rugi belitan sifatnya tetap tidak berubah-ubah meskipun beban naik atau turun berdampak pada penurunan tegangan yg dibangkitkan nilainya kecil karena R winding mendekati nol (tetap)

          kalau ingin membandingkan Daya yang dibangkitkan dengan arus netral harus melalui perhitungan Impedansi (Z), karena trafo hanya berfungsi jika menggunakan tegangan AC bukan DC (harus dipertimbangkan nilai induktansi dan kapasitansinya) abaikan saja nilai R karena mendekati nol

          nah bolehkah saya katakan bahwa 17% itu adalah penghematan PLN jika bebannya seimbang, karena mereka juga membeli daya per kwhnya untuk pembangkitan energi dari generator. (batu bara/solar), boleh-boleh aja…tapi kalo untuk deklarasi penghematan PLN masih akurat dengan cos phi,karena sudah terbukti apabila cos phi =1 maka INput=OUTput,lalu kalau INetral=0 apakah I INput = I OUTput padahal impedansi trf antar phasa tidak sama persis, ini masih tanda tanya?? dan diperlukan parameter lain untuk membuktikannya??, sebaiknya kalau mas ingin melihat pengaruh pembebanan terhadap arus netral, korelasikan saja nilai cos phi trafo ketika berbeban dengan nilai arus netral

          Report user
          • ajid mengatakan:

            oo begitu toh mas, pengaruh arus netral ini ke cosphi pada fasa r s t nya..
            – kalau beban seimbang maka cosphi fasa r , s , dan t = 1 artinya, daya mengalir utuh p = v i cos phi, v= 220 v, cosphi = 1, oleh karenanya
            daya teralirkan Pseimbang = 220 ir + 220 is + 220 it

            – berbeda jika beban tak seimbang maka pengaruh cosphi dan v masih tetap ada maka
            daya teralirkan Ptakseimbang = vr ir cosphi + vs is cosphi+ vt it cosphi..

            -dari kedua daya yang mengalir diatas kita bisa membandingkan penghematan PLN dengan cara
            Penghematan = Ptakseimbang – p tak seimbang…

            Benarkah argumen saya ini mas ? mas pakai whatsapp gak , boleh dong minta nomor handphonenya hehe.. tak email ke sini aja mas yajid2012@yahoo.com
            terimakasih banyak sudah membantu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:bye: 
:good: 
:negative: 
:scratch: 
:wacko: 
:yahoo: 
B-) 
more...